Anda telah dibohongi, logo pertama Apple bukanlah apel.

Saat ini, hanya dengan melihat siluet apel yang digigit sudah cukup untuk mengidentifikasi produk Apple. Tidak perlu teks, warna, atau bingkai. Bentuk itu saja sudah cukup untuk membangkitkan seluruh jagat merek di benak kita (desain minimalis, perangkat keras yang dibuat dengan cermat, perangkat lunak eksklusif, inovasi, dan gaya yang sangat jelas). Namun, banyak yang lupa bahwa logo yang kita kenal sekarang tidak selalu seperti ini. Faktanya, logo pertama Apple tidak hanya sangat berbeda, tetapi juga hanya bertahan kurang dari setahun. Dan yang paling mencolok, lambang pertama itu tidak dirancang oleh studio atau pengiklan profesional, tetapi oleh salah satu pendiri ketiga perusahaan, [nama hilang] yang hampir terlupakan. Ronald Wayne.

Logo pertama: Newton, apel, dan desain yang mustahil.

Pada tahun 1976, Apple Computer Co. baru saja memulai kiprahnya, dan estetika modern dan bersih yang kita kaitkan dengan perusahaan ini saat ini belum ada. Jobs dan Wozniak fokus pada Apple I, dan tim kecil tersebut membutuhkan identitas visual untuk menampilkan diri sebagai sebuah perusahaan. Wayne, yang bertindak sebagai figur paling berpengalaman dalam kelompok tersebut, menawarkan diri untuk membuat logo. Hasil yang didapat sangat berbeda dari apa pun yang bisa dibayangkan siapa pun saat ini.

Logo pertama yang diwakili Isaac Newton duduk di bawah pohon apelGambar tersebut ditempatkan dalam bingkai yang didekorasi dengan gaya hampir Victoria, disertai teks yang mengelilingi ilustrasi, tepat sebelum penemuan gravitasi (menurut anekdot terkenal tentang apel yang jatuh di kepalanya). Hasilnya lebih mengingatkan pada label untuk sari apel artisanal atau merek abad ke-19 daripada perusahaan komputer yang bertujuan merevolusi pasar.

logo apel

Meskipun demikian,Logo itu mencerminkan sebagian dari semangat asli Apple. Newton melambangkan kreativitas, penemuan, inovasi, dan keinginan untuk menantang status quo. Namun, logo tersebut sangat kompleks, rumit, dan sulit direproduksi sehingga hampir tidak bertahan lama. Jobs melihatnya dengan jelas sejak awal: logo tersebut mustahil dicetak dalam ukuran kecil, sulit ditransfer ke produk, dan tidak cocok untuk mewakili perusahaan muda yang ingin menonjol di pasar teknologi yang semakin kompetitif.

Jobs menginginkan kesederhanaan (dan kemodernan)

Ronald Wayne selalu membela desain itu sebagai penghormatan terhadap rasa ingin tahu ilmiah. Tetapi Steve Jobs berpikir berbeda. Di matanya, Apple membutuhkan lambang yang sederhana dan bersih yang akan berfungsi dalam ukuran apa pun dan mematahkan pola visual tradisional. Jobs memahami sesuatu yang kemudian menjadi pilar fundamental merek tersebut: kesederhanaan berkomunikasi lebih baik daripada dekorasi yang berlebihan.

Menurut beberapa wawancara dari waktu itu, Jobs menggambarkan logo Newton sebagai "terlalu rumit dan ketinggalan zaman." Dan dia benar. Apple tidak mampu menggunakan simbol yang tampak seperti berasal dari buku berabad-abad yang lalu. Mereka membutuhkan sesuatu yang bisa dicetak di casing komputer, yang terlihat bagus dalam iklan, yang mudah diingat, dan yang menyampaikan kesan modern. Maka dimulailah pencarian desain baru.

1977: Apel pelangi yang mengubah sejarah desain.

Setahun setelah didirikan, Apple memesan desain ulang profesional. Tugas itu diberikan kepada Rob Janoff, seorang desainer grafis yang sangat memahami keinginan Jobs. Janoff menciptakan logo apel yang digigit yang terkenal yang kita kenal sekarang, disertai dengan serangkaian garis horizontal berwarna. Versi warna-warni itu digunakan selama beberapa dekade dan menjadi salah satu logo yang paling mudah dikenali di abad ke-20.

Mengapa warna-warna tersebut? Penjelasannya lebih teknis daripada yang terlihat. Apple II, komputer yang akan diluncurkan Apple, akan menjadi yang pertama di pasaran dengan tampilan warnaLogo pelangi merupakan isyarat langsung terhadap kemampuan tersebut dan memperkuat gagasan bahwa Apple menawarkan sesuatu yang revolusioner. Selain itu, warna-warna tersebut memberikan logo tampilan yang lebih ramah, mudah didekati, dan tidak terlalu mengintimidasi bagi audiens yang masih memandang komputasi pribadi sebagai sesuatu yang asing.

Gigitan Buah apel juga telah memunculkan banyak interpretasi. (hubungan dengan Alan Turing, metafora tentang pengetahuan, referensi Alkitab, dan teori-teori lainnya yang tak terhitung jumlahnya), tetapi Janoff selalu mengklarifikasi bahwa alasannya murni praktis: tanpa gigitan, siluet tersebut bisa disalahartikan sebagai buah ceri. Tidak lebih dari itu. Terkadang mitos lahir hanya karena kita menginginkannya.

Dari apel pelangi hingga minimalisme absolut

Seiring waktu, Apple meninggalkan garis-garis berwarna tersebut. Dimulai pada tahun 1998, bertepatan dengan kembalinya Steve Jobs dan peluncuran iMac pertama, Logo tersebut mengalami beberapa tahapan monokromatik (hitam, putih, perak, efek kristal). Bentuknya tidak berubah, tetapi tampilan visualnya berbeda. Alasannya sederhana: modernitas tidak lagi disampaikan dengan warna-warna cerah, tetapi dengan kesederhanaan yang ekstrem. Apple sepenuhnya merangkul desain industri minimalis yang akan mendefinisikan dekade berikutnya.

Logo saat ini, baik dalam versi datar maupun metalik tergantung pada perangkatnya, adalah contoh bagaimana sebuah desain dapat berevolusi tanpa kehilangan esensinya. Yang penting bukanlah lagi menarik perhatian dengan warna, tetapi menyampaikan kesederhanaan, ketelitian, dan keanggunan. Dan apel yang tergigit itu sangat cocok untuk tujuan tersebut.

Kontras antara kedua logo tersebut menceritakan sebuah kisah tersendiri.

Membandingkan logo pertama Newton dengan logo apel Janoff hampir seperti membandingkan dua perusahaan yang berbeda. Yang pertama menggambarkan Apple yang dibuat secara manual, kacau, kreatif, tetapi kurang memiliki arah yang jelas. Yang kedua mewakili Apple yang kita kenal: ikonik, lugas, dan mudah dikenali dari sudut mana pun. Sebuah simbol yang cocok untuk penutup komputer, kotak minimalis, iklan tanpa hiasan, iPhone, atau jam tangan.

Ini adalah contoh sempurna bagaimana identitas visual sebuah perusahaan dapat berevolusi untuk selaras dengan visinya. Wayne menciptakan logo yang indah, tetapi tidak cocok untuk perusahaan teknologi dengan aspirasi untuk menjadi hebat. Janoff menciptakan ikon yang telah teruji oleh waktu. Dan Jobs, seperti biasa, tahu mana yang memiliki masa depan.

Sebuah logo yang menceritakan kisah evolusi Apple.

Kisah di balik logo Apple bukan sekadar anekdot grafis.Ini merupakan cerminan dari keseluruhan perjalanan perusahaan. Logo yang kompleks, padat, dan hampir bernuansa sastra digantikan oleh logo apel yang bersih dan lugas yang, selama bertahun-tahun, menjadi salah satu simbol perusahaan paling berpengaruh di dunia.

Saat ini, ketika Anda melihat iPhone atau Mac, tidak ada yang langsung teringat Newton di bawah pohon. Namun desain pertama itu, meskipun menghilang dalam waktu kurang dari setahun, adalah bagian dari awal mula Apple. Suatu masa ketika perusahaan hampir tidak tahu jati dirinya, tetapi jelas bahwa mereka ingin mengubah banyak hal. Dan mereka berhasil. Bahkan, apel yang digigit itu tetap menjadi lambang salah satu revolusi teknologi terbesar dalam sejarah.


Ikuti kami di Google Berita